Kamis, 24 Januari 2013

JR #2# Interesting

          Tak terasa pembelajaran PER Batch 02 sudah berlangsung selama 2 minggu bahkan sudah memasuki minggu ke-3. Selama mengikuti pembelajaran ini, saya sempet dibuat pusing dengan tugas yang diberikan karena keterbatasan waktu saya untuk mempelajari materi-materi yang ada namun semua tidak mematahkan semangat saya untuk mengikuti pembelajaran ini sampai akhir. Semakin hari materi yang diberikan semakin menarik dan menyenangkan meski melelahkan juga. Bagaimana tidak melelahkan waktu malam yang biasanya saya gunakan untuk istirahat namun kali ini saya gunakan untuk membaca  matereri.

          Pembelajaran diminggu pertama yaitu mengenai pemahaman RETAIL IS DETAIL. Dalam buku "BASIC PRINCIPLES OF RETSINESS", retail is detail adalah istilah yang begitu popoler dalam dunia ritel. Tidak ada seorangpun yang membantah bahwa dalam dunia retail kita harus mampu mengurus semua hal yang detail, namun pada kenyataannya berapa banyak dari kita yang mengabaikan hal-hal yang detail tersebut. Kedetailan perlu kita perhatikan kususnya pagi para peritel. Dalam bekerja memperhatikan kedetailan juga sangat penting, seperti yang saya terapkan dalam aktivas sehat-hari saya.

            Memperhatikan Detail = hadir saat ini. Ketika saya sedang menyapu lantai rumah, saya akan memperhatikan apakah cara saya menyapu sudah benar. Cara menyapuyang diarahkan dari lantai keatas bukanya mengurang kotoran atau malah menyebabkan perabotan rumah semakin kotor karena debu-debu yang berterbangan saat saya menyapu namun itu tidak terjadi karena saya memperhatikan kedetailan ini.

         Memperhatikan Detail = perbaikan seketika. Fokus ppada penyelesaian hal-hal yang detail secara seketika maka hasilnya tampak seketika itu juga. Dalam hal kebersihan rumah selalu saya perhatikan detailnya. Saat saya melihat meja di ruang tamu nampak kotor seketika itu juga saya membersihkannya dengan segera sehingga hasil kebersihan meja tampak seketika itu juga

          Memperhatikan Detail = membuat lebih sedikit kesalahan, ongkos lebih rendah. Semakin sedikit kita membuat kesalahan dalam memperhatikan detail maka kita akan menhemat biaya untuk ongkos perbaikan yang lebih besar. Dalam hal ini karena nenek saya mempunyai penyakit yang setiap harinya harus mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter, saya  harus detail apakah obat yang saya ambil sudah benar dan saya harus pastikan hari-hari nenek saya harus minum obat jika saya tidak detail dalam hal ini akan sangat membahayakan kesehatan nenek saya. Jika saya membuat kesalahan biaya yang akan dikeluarkan akan sangat besar untuk ke rumah sakit.

           Jadi RITAIL is DETAIL dalam segala aspek sangat penting untuk diperhatikan. Setelah saya mempelajari materi ini, saya terapkan disetiap aktivitas yang saya lakukan. Semua ini melatih agar saya terbiasa yang akan menjadi sebuah kebiasaan. Jadi ketika saya mempunyai sebuah usaha kususnya dibidang ritel, bukanlah sebuah hal yang sulit untuk memperhatikan detail.

          Pada minggu ke-02 topik yang kita bicarakan yaitu mengenai EFEKTUASI. Pengertian efektuasi adalah sebuah proses atau sebuah pemikiran untuk mengambil sebuah keputusan yang berawal dari apa yang dimiliki seseorang (siapa mereka, apa yang mereka tahu, dan siapa yang mereka tahu lalu memilih diantara hasil yang mungkin dicapai.

          Dari modul yang saya baca ini, tadinya saya belum begitu memahaminya namun setelan mendapat penjabaran dari Pak Nur Agustinus beserta contoh-contohnya membuat saya lebih bisa memahaminya. Disini dijelaskan untuk menjadi seorang entrepreneur tidak harus dimulai dengan modal yang besar. Kita bisa mulai dari apa yang kita bisa, dari apa yang kita ketahui dan siapa yang kita tahu. Berentrepreneur tidak cukup hanya bermodal dari passion. Passion itu memang penting, tapi kalau kita memilih bisnis hanya karena passion kemungkinan kegagalannya juga besar. Passion setiap orang berbeda-beda, jika yang mendukung passion kita terlalu mahal sedangkan kita tidak mempunyai cukup biaya apakah kita akan menunda rencana kita berentrepreneur??? Tentu saja bagi seseorang yang mempunyai pemikiran efektuasi dan berjiwa entrepreneur akan mencari jalan lain untuk tetap mewujudkan rencanyanya dengan ide yang ada  dan mampu untuk dicapainya.

           Seperti yang dicontohkan oleh Pak Nur Agustinus misal seseorang mempunyai passion dalam bidang menyetir namun dia tidak mempunyai mobil dan dia tidak mempunyai biaya untuk membeli mobil. Oh ternyata dia mempunyai tetangga yang mempunyai mobil nganggur, dia akan mengajak tetangganya untuk bekerjasama, dia pinjam mobilnya untuk menjemput anak-anak sekolah ataupun karyawan. Jadi dari siapa yang dia tahu dia tetap bisa menjalankan usaha tanpa harus mengeluarkan modal. Jadi seorang entrepreneur tidak cukup hanya dengan berdagang, dia harus kreatif dan inovatif.

2 komentar:

  1. Bagus,memadukan kegiatan sehari-sehari di majikan dengan pelajaran yang kita terima.Dengan demikian menjadikan kita lebih paham,apa sebetulnya yang sedang kita pelajari. Kayaooo.

    BalasHapus