Sabtu, 23 Maret 2013

JR #9 DEBAT PENDAPAT MELATIH KITA UNTUK BERFIKIR RASIONAL

     Diskusi malam minggu kemarin tepatnya tanggal 16 Maret, suasananya seru banget dari rame, tegang, serius, lucu sampe ngawak pun ada pokoknya mirip rasa nano-nano deh. heheh.....
Biasanya diskusi kita lakukan bersama teman sekelas saja dan dosen wali kelas. Namun beda dengan minggu kemarin ini, diskusi boleh dihadiri oleh temen-temen di luar kelas jadi memang agak rame tapi menyenangkan.

    Dalam diskusi kali ini kami membahas tentang bisnis model canvas yang sudah saya jelaskan di entri sebelumnya. Karena banyaknya karakter yang berbeda-beda dan perbedaan pemikiran terjadilah debat pendapat. Menurut saya perbedaan dan debat pendapat itu hal biasa selama masih dalam bentuk wajar yang paling penting menurut saya justru bagaimana kita menyikapinya dan bagaimana kita bisa menempatkan diri.

    Jika kia ambil dari segi positive sebenarnya debat pendapat melatih seseorang untuk berfikir secara rasional. Dari situ kita bisa belajar banyak hal, belajar sabar, belajar bagaimana menghargai orang lain, belajar adaptasi, belajar bersosialisasi dan banyak lagi. Selain itu dari debat pendapat akan mena secara tidak langsung menekan pikiran kita untuk berfikir lebih optimal karena bagaimanapun seseorang akan berusaha keras untuk bisa mengeluarkan pendapat yang positive sehingga bisa diterima oleh orang lain tentunya itu sangat bermanfaat untuk mengasah otak kita untuk mengeluarkan ide-ide cemerlang.

    Masih terniang ditelingaku nasehat dari Pak Anton "Pemimpin yang hebat adalah dia yang bisa menjadi pendengar yang baik" dalam nasehatnya tersirat bahwa bagaimanapun kita semua adalah manusia biasa yang tidak mungkin bisa mengetahui segalanya, sepandai-pandainya seseorang tidak mungkin pandai dalam segala hal. Seperti presiden pandai dalam berpolitik, namun di bidang kesehatan belum tentu dia pandai dan pengetahuannya di bidang kesehatan belum tentu benar menurut dokter. Jadi tidak selamanya seseorang selalu benar dalam pengetahuannya. Bila kita ingin berkembang harus rendah hati dan mau belajar dari orang lain, mendengar pendapat orang lain. Orang pandai bisa gagal karena menganggap dirinya yang paling benar sedangkan orang yang biasa-biasa saja bisa sukses karena mau belajar dari orang lain dan menjadi pendengar yang baik.

Jadi teman-teman mari terima dan dengarkan pendapat dari orang lain, seandainya beda pendapat janganlah tanggapi dengan kemarahan apalagi kebencian, ambillah hikmahnya dan petiklah kalimatnya positivenya dengan begitu wawasan kita semakin luas dan mampu bersosialisasi dengan baik untuk membangun jejaring yang solid....


Rabu, 20 Maret 2013

SURVEY PENATAAN BARANG FMI (Fast Moving Item) RETAIL

     Salah satu cara agar toko lebihmenarikadalah dengan menata barang dagangan dengan sedemikian rupa agar tampak lebih menarik, meyakinkan, dan lebih rapi tentunya dengan harapan penjualan semakin meningkat. Perlu kita ketahui semua toko retail memiliki store designer yang menarik dalam penataan barang sehingga antara fast moving product maupun slow moving product bisa terjual secara optimal.


     Di sini saya akan memamparkan salah satu contoh sebuah toko dalam menempatkan barang-barang dagangannya. Laporan yang saya tulis ini atas dasar survey dan pengamatan yang telah saya lakukan. Toko yang akan saya paparkan disini adalah Circle K. Dimana sebuah toko retail yang menjual barang-barang makanan instan.

    Di bagian area pintu masuk, designer Circle K dibuat sangat menarik dengan peletakan warna barang yang mencolok seperti pemajangan majalah sehingga mampu menarik perhatian orang yang berlalu lalang untuk berhenti dan memasuki toko. Selain itu disebelah majalah terdapat koran yang memang menjadi barang fast moving sehingga saat pelanggan membeli koran ada dorongan untuk membeli majalah ataupun buku yang tersedia.

    Memasuki display rak di bagian kasir, saya amati digunakan untuk meletakan barang-barang promosi ataupun barang-barang katagori slow moving seperti batu baterai, korek api, obat-obatan, wine, bolpoin dll. Adapun rokok, beberapa minuman, permen yang terpajang di rak display area kasir. Biasanya pelanggan ketika mengantri di area kasir, mereka banyak meluangkan waktu untuk melihat-lihat apa yang ada dihadapannya. Saat mengantri biasanya pelanggan suka comot sana comot sehingga akan menguntungkan bagi peritel.

    Di lorong area yang tidak jauh dari kasir juga terletek beras. Menurut saya beras yang sebenarnya adalah fast moving pruduk akan menjadi produk slow moving karena positioning Circle K bukan menjual beras. Circle K juga memperhatikan penataan barang menurut warna. Warna-warna yang cerah diletakan dibagian yang mudah dilihat dengan begini diharapkan bisa menarik perhatian pengunjung.

   Sedangkan untuk produk laris (fast moving product) diletakan di rak bagian bawah karena produk laris bagaimanapun akan tetap dicari pembeli, walau diletakan di bagian bawah pembeli akan menemukannya dan bersedia menjongkok untuk mengambilnya. Untuk produk yang kurang terkenal ditempatkan dibagian yang sejajar dengan mata.

    Dalam penataan snek ataupun minuman saya amati dilakukan dari ukuran yang paling besar di sebelah kakan kemudian ditata hingga ukuran yang paling kecil. Minuman adalah fast moving product yang sering sekali dicari pembeli oleh sebab itu peritel Circle K memanfaatkan peluang ini dengan meletakan jenis-jenis minuman di lorong bagian dalam dengan tujuan agar pelanggan melewati produk-produk yang bukan menjadi tujuannya dalam proses belanjanya. Survey membuktikan seseorang membeli secara emosional artinya seseorang akan membeli apa yang dihadapannya atau dilihatnya. Penempatan roti terletak di area bagian pintu keluar dan tak jauh juga dari rak display minuman.

Sekian pengamatan saya, semoga bermanfaat....    
                                                                                                                                      

Senin, 18 Maret 2013

Rangkuman Diskusi BMC (Business model Canvas)

      Seperti biasa di malam minggu mahasiswa PER Batch 02 kls C mengadakan diskusi bersama bpk dosen. Acara diskusi ini kami sepakati di setiap hari malam minggu jam 11 tengah malam. Di minngu ini kami diskusi Business Model Canvas (BMC) dan untuk diskusi minggu ini berbeda seperti sebelumnya yang hanya diikuti oleh siswa kelas C saja yang dimana diselenggarakan oleh dosen wali kelas C. Diskusi kali ini diikuti juga oleh mahasiswa kelas A dan B bahkan siswa sit-in juga diperbolehkan bergabung di ruang diskusi.

       Busniess Mode Canvas adalah sebuah gambaran tentang bagaimana bisnis itu dijalankan. Di sini bapak dosen memberikan contoh toko 7 eleven dengan tujuan agar kami bisa lebih mudah untuk memahaminya. Model bisnisnya  7 eleven adalah buka 24 jam, punya cabang dimana-mana, pelayanan cepat dll. Untuk mewujudkan model bisnis yang seperti ini dibutuhkan sebuah bisnis plan, begitulah penjelasan dari Pak Nur Agustinus. Jadi kesimpulannya bisnis plan adalah rencana bisnis sedangkan bisnis model adalah model bisnisnya. Dari model bisnis kita bisa membentuk sebuah rencana oleh sebab itu sebelum kita membuat bisnis plan hal yang perlu kita lakukan terlebih dulu adalah membuat model bisnis.

      Selain hal model bisnis dan bisnis plan ada poin penting yang perlu kita lakukan sebelum membuat perencanaan (bisnis plan) yaitu studi kelayakan usaha. Studi kelayakan usaha itu menguji apakah sebuah bisnis itu layak dilakukan atau tidak. Layak yang dimaksud yaitu dari segi segi pemasaran dan keuangan, apakah prospek atau tidak. Lalu siapa yang menguji? yang menguji adalah kita sendiri berdasarkan riset dan hitung-hitungan angka. Jadi urutan pembuatanya adalah Model Bisnis-->Kelayakan Usaha-->Bisnis Plan. Namun ada juga yang berpendapat jalani bisnis dulu baru tau layak atau tidaknya bisnis tersebut dan berpendapat tidak perlu menghitung pertimbangan untung dan rugi sebelum memulai bisnis, menurutnya kalau itung-itungan melulu tidak jalan-jalan bisnisnya dan bisa-bisa tidak jadi bisnis karena sudah tau letak kerugiannya.

       Namun menurut pendapat saya menghitung kelayakan usaha sangatlah penting sebelum memulai usaha daripada jalan dulu kemudian baru tahu kalau bisnis itu tidak layak dan mengakibatkan kegagalan. Ada dua ukuran yang digunakan pada umumnya untuk menghitung kelayakan usaha yaitu pasar dan uang. Dalam menghitung kelayakan usaha memang perlu menggunakan skenario optimis dan pesimis sebab kondisi tidak bisa dipastikan. Misalnya mau jualan bakso, maka kita bisa perkirakan berapa pembeli seharinya.

       Kalau kita mau usaha pastinya kan butuh modal dan modal antara lain adalah uang. Misalnya saya buka usaha modalnya Rp100 juta. Maka seandainya saya punya uang 100 juta dan tidak saya apa-apakan, saya taruh dibawah bantal maka setahun lagi uang sayapun akan tetap sama tidak akan bertambah banyak. Sedangkan kalo saya taruh uang tersebut ke deposito uang saya akan bertambah. Artinya kalau saya masukan deposito,saya kan nggak kerja apa-apa uangnya akan nambah jadi lebih banyak. Nah kalau nganggur aja uang bisa tambah banyak dengan dimasukan deposito, maka kalau kita mau gunakan buat modal usaha maka seharusnya uang saya harus lebih banyak dari bunga deposito.

      Contoh lain saya beli sebuah tas dengan modal harga 500 $ kemudian saya jual dengan harha 1000 $, maka bisnis saya ini dari segi uang bisa dikatakan layak. Tapi ternyata karena profitnya menggiurkan maka munculnya banyaknya persaingan nah disinilah faktor pasar berperan. Jadi aspek kedua soal kelayakan usaha adalah pasar.Dalam pasar ini meliputi seberapa banyak pelanggan dan pesaing. Misalnya mau buka toko, eh ternyata toko sejenisdi desa saya sudah ada 10 toko sementara pelanggannya terbatas jadi survey itu juga penting sebelum mulai usaha. Maka sebaiknya bisnis yang bagus yaitu cari peluang denga produk yang inovatif yang banyak peminatnya namun baru sedikit yang menjalankan usahanya atau sering dikenal sebagai strategy blue ocean.

      Untuk memulai usaha sebisa mungkin pake uang sendiri/modal sendiri tapi untuk mengembangkan usaha baiknya pake modal pinjaman/bank karena ini tak lepas dari cash flow. Kalau kita menggunakan uang pribadi untuk mengembangkan usaha itu akan mempengaruhi cash flow kita yaitu akan berdampak kekosongan dalam kas. Memulai bisnis dan mengembangkan bisnis mempunyai titik beda. Bisnis kita mulai dikatakan berkembang kalau kita sudah melewati titik break even point (BEP) dimana biaya dan pemasukan itu sudah impas, artinya usahanya mulai untung. Kalau sudah untung baru kita bisa mengembangkan usaha.

        Apapun bisnisnya, tentu kita sudah tahu mau bisnis apa kan? Entah mau buka toko mainan, toko baju, warung makan dll. Yang paling penting dalam BMC pertam kali yang mesti dipikirkan adalah "SEGMEN PELANGGAN" (customer segmen). Siapa yang mau membeli produk atau jasa kita harus jelas target pasarnya. Setelah kita menentukan customer kita, maka kita menuju ke value proposition, artinya apa yang mau kita tawarkan ke customer kita.

      iPhone dan Samsung sama-sama membuat product handpone namun keduanya mempunyai pasar yang berbeda. Orang membeli iPhone karena berdasarkan gengsi mereka yaitu merk yang sudah terkenal bagus. Segmen pasarnya iPhone adalah pencinta produk Apple. Perusahaan Apple berhasil membuat pelanggannya bangga memakai produk Apple yang di produksi dengan jumlah yang terbatas. Setelah iPhone  menentukan customernya lalu perusahaan tersebut menentukan value propositionnya dalam slogan "The Biggest Thing to Happen to iPhone Since iPhone", yang mempengaruhi pikiran customer untuk memiliki produk terbarunya. iPhone berhasil melakukan positioning di benak konsumennya dengan merk yang terlenal bagus. Sehingga pencinta Apple rela antri untuk bisa memiliki produk Apple.

   

   

Rabu, 13 Maret 2013

JR #8# SEMAKIN LELAH SEMAKIN SEMANGAT

         Lelah namun menyenangkan, itulah yang sedang saya alami saat ini. Semakin saya merasa lelah, semakin pengin pulang ke tanah air untuk bekerja pada diri sendiri. Banyak sekali hal baru yang saya dapatkan selama mengikuti kuliah PER batch 02 ini di UCDE. Pembelajaran online yang sudah berlangsung kurang lebih selama 3 bulan ini membentuk kesan istimewa  dihatiku. Aku merasa beruntung sekali bisa masuk sebagai peserta PER ini yang diselenggarakan langsung oleh Universitas Ciputra.

       Dari rasa lelah yang aku rasakan dari berbagai aktivitas malah justru membuat ku semakin semangat. Saat saya mempelajari materi tentang Manajemen Persediaan Barang Dagangan ada beberapa materi yang sulit untuk aku pahami. Beruntung sekali malam minggu kemarin kelas C mengadakan diskusi bersama Pak Nur Agustinus, bapak dosen kami. Disaat saya berada di ruang diskusi, saya bagaikan berada di tempat rekreasi yang sangat menyenangkan karena sistem pembelajarannya terkesan tidak membosankan malah kami semua enggan untuk mengakhirinya dan tak terasa kalau saat itu sudah jam 01 tengah malam.Cara  Pak Nur Agustinus menyampaikan materinya sangat detail dan mudah untuk dipahami.


        Dalam diskusi malam minggu kemarin kami membahas FIFO, LIFO, dan FEFO.
Barang FIFO artinya first in first out, jadi barang yang pertama kali (masuk toko), itu adalah barang yang harus diletekan di jangkauan pelanggan agar lebih dulu keluar, maksudnya dibeli lebih dulu oleh pelanggan. Kalau jual barang yang ada masa kedaluwarsanya harus menerapkan sistem FIFO dalam penataannya misalnya jualan minuman, makanan kaleng dll.

Sedangkan  barang LIFO artinya last in first out, jadi  barang yang datang akhir jusru harus dijual dulu (diletakan di jangkauan pelanggan). Contoh barang yang perlu menerapkan sistem LIFO yaitu fashion, buku, DVD dll.

FEFO itu first expired out. Nah kalau FEFO ini harus diperhatikan kedaluwarsanya. Kadang ada toko beli barang yang masa kedaluwarsanya sudah pendek/dekat karena kulakannya lebih murah tapi belum kedaluwarsa . Maka dia harus mengatur penataannya bukan berdasarkan first in first out tapi dilihat mana yang kedaluwarsanya lebih dekat yang harus dijual dulu.
  "Dengan adanya diskusi sekarang saya jadi bisa memahami materi yang ada, karena hanya dengan memahami kita baru bisa menerapkannya, jadi belajar untuk memahami itu lebih penting daripada belajar yang hanya sekedar untuk mengejar nilai."

       Lanjut  ke materi minggu ke-08 yaitu tentang Marketing Mix yang sebelumnya juga telah mempelajari  Segmentasi, Targeting, dan Positioning. 4P dalam dalam marketing mix meliputi product (produk), price (harga), place (tempat), dan promotion (promosi). Karena pemasaran bukanlah ilmu  pasti seperti keuangan, teori pemasaranpun terus berkembang yang dikenal teori 3P yang meliputi people (orang), process (proses), physical evidence (bukti fisik) teori ini lebih dikenal sebagai service marketing.

Gabungan dari 4P dan 3P yang kini dikenal sebagai 7P dalam 
Marketing Mix teori ini menjadi standar dalam sebuah bisnis.
Dari 4P berkembang menjadi 7P

        Setelah mempelajari semua materi ini, gambaran teknik-teknik untuk membuka usaha semakin jelas. Hal yang sepele jika kita abaikan akan menjadi dampak yang sangat besar didalam usaha yang kita jalani misal seperti teori word of mouth. Promosi word of mouth (promosi dari mulut ke mulut) seperti ini tidak bisa dikendalikan oleh pemilik bisnis maka promosi seperti ini akan menguntukan bagi pemilik bisnis jika berita yang disampaikan positive dan sebaliknya akan sangat merugikan pemilik bisnis jika berita yang disampaikan adalah berita negative oleh karena itu jika kita mengelola sebuah usaha kita harus menjaga citra usaha bisnis kita jangan sampe kita menyepelekan hal-hal yang kecil baik dalam pelayanan maupun produk yang kita tawarkan.
       
Salam Entrepreneur....

Selasa, 12 Maret 2013

JR #7# SKS (Sistem Kebut Semalem)

      Jadwal minggu ke 7 tepatnya tanggal 03 Maret benar-benar sangat padat kerena saat itu bertepatan dengan program penutupan kelas Mandiri Sahabatku yang kebetulan mengundang tamu istimewa yaitu Bpk. Dahlan Iskan mentri BUMN Indonesia. Di acara yang special itu banyak sekali persiapan yang perlu dilakukan. Kami para mentor MS kelas dasar perlu mengadakan pelatihan gerakan "AKU BISA" sebagai penutup acara sehingga saya sempat mengabaikan tugas membuat Jurnal Reflek Mingguan yang ditugaskan oleh Pak Nur Agustinus.

       Mama panggilan untuk  bos yang menggajih aku, akhir-akhir minggu ini beliau sakit sampe terkadang menagis didekatku dan aku jadi ikut sedih melihatnya. Dalam bahasa Cantonise  penyakit yang diderita beliau adalah "FUNG SAP". Mama semoga cepat sembuh ya.... Selain mengerjakn tugas sehari-hari saya juga harus bisa membagi waktu ku untuk teman-teman peserta MS kelas dasar yang mengikuti program pembelajaran mentor dan guru. Menurut ku ini semua adalah sebuah tantangan untuk melakukan semua tugas dengan baik jadi saya tidak boleh mengeluh, karena mengeluh adalah sebuah penyakit.

        Sekarang saya dibikin kalang kabut oleh diri saya sendiri karena menunda sebuah tugas dan akhirnya sekarang saya harus menyelesaikan tugas JR blog saya dengan sistem kebut semalem (SKS). hehehe.... Saya harus menyelesaikan 2 Jurnal Reflek dalam waktu 4 hari yang seharusnya seminggu sekali. Nah sekarang jadi pusing sendiri cape deh.... ahahaha.....

      Jadi malu deh sama bapak dosen karena sudah diperingatkan sebelumnya kepada para mahasiswi UCDEC yaitu "Jika ada tugas baiknya segera dikerjakan dan jangan menunda-nunda tugas, kerena menunda tugas bukanlah karakter seorang entrepreneur" kata beliau. Selain itu kita akan direpotkan sendiri dengan tugas yang menumpuk akibat penundaan tersebut. Saran saya buat teman-teman jangan suka menunda sebuah tugas jika tidak ingin setres diakhir cerita seperti yang sedang saya alami saat ini hehehe....

      Di minggu ke-7 kita mempelajari tentang Manajemen Persediaan Barang Dagangan. Persediaan barang dagangan adalah barang-barang yang dibeli perusahaan dengan maksud dijual lagi (barang dagangan), atau masih dalam proses produksi yang akan diolah lebih lebih lanjut menjadi barang jadi kemudian dijual (bahan baku). Fungsi pokok Manajemen persediaan adalah memastikan bahwa toko atau perusahaan mempunyai produk yang tepatdi tempat yang tepat dan waktu yang tepat.
     
        Terkadang saya juga merasa down dan juga terlintas pikiran aku tak mampu. Namun dengan mengingat kembali apa tujuan dan cita-cita ku, aku kembali berfikir untuk maju "AKU PASTI BISA". 

Kamis, 07 Maret 2013

JR #6# Perencanaan Keuangan Pribadi

       Dalam silabus pembelajaran Pengantar Entrepreneur Retail, materi minggu ke-06 yaitu mengenai keuangan atau arus kas (Cash Flow). Setiap orang ingin dapat mengatur keuangannya, agar tujuan-tujuan dalam hidupnya dapat terpenuhi. Namun banyak diantara kita yang tidak melakukan pembukuan keuangan kita sendiri sehingga kita tidak mengetahui posisi keuangan kita bahkan kita tidak tahu kemana uang kita berputar, digunakan untuk apa saja karena tanpa perhitungan uang pun bisa habis tanpa kita sadari. Pada saat uang kas kosong, barulah kita mencoba berfikir keras untuk mengetahui uang yang ada telah digunakan untuk apa saja. Itulah yang terjadi pada diri saya dulu sebelum saya mecerapkan pencatatan arus kas.

      Saya juga sempet dipusingkan dalam mencatat aliran arus kas sampe semua temen saya panggil untuk diskusi mengenai cash flow. Untung saja bpk dosen kita orangnya sabar dalam mendidik hingga kami diberi arahan-arahannya sebagai pemahaman dan tambahan materi untuk bacaan. Pusing itu karena belum paham, dan pusing itu dibikin sendiri hehehe.... Mencatat perencanaan keuangan agar tujuan-tujuan hidup dapat terpenuhi misal pingin beli mobil, rumah mewah dll.

        Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, kita perlu megidentifikasikan dan membuat priorotas pribadi dan perencanaan keuangan. Perencanaan keuangan merupakan suatu proses untuk mengatur keuangan agar dapat mencapai suatu keadaan perekonomian yang kita harapkan. Keadaan keuangan seseorang berbeda-beda, sehingga perencanaan keuangan merupakan suatu langkah untuk mengontrol arus kas pribadi dalam aktivitas setiap harinya.

       Saya juga sempet dipusingkan dalam mencatat aliran arus kas sampe semua temen saya panggil untuk diskusi mengenai cash flow. Untung saja bpk dosen kita orangnya sabar dalam mendidik hingga kami diberi arahan-arahannya sebagai pemahaman dan tambahan materi untuk bacaan.

Memiliki perencanaan keuangan dapat mempunyai beberapa keuntungan antara lain:
  • Meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi kekwatiran terhadap keadaan tidak pasti dimasa depan
  • Dapat mengontrol keadaan keuangan, seperti menghindari dari banyak hutang
  • A peace of mind
So, adapun tahapan-tahapan dalam membuat perencanaan keuangan
  1. Dimana posisi keuangan kita pada saat ini? Di tahap pertama ini  kita perlu mengidentifikasikan dimana keadaan uang kita saat ini, sehubungan dengan pendapatan, tabungan, pengeluaran dan hutang. Di sini kita harus membuat catatan arus kas
  2. Buat daftar tujuan-tujuan keuangan. Tahap ke-2 ini yang perlu kita lakukan adalah melakukan analisa terhadap bagaimana kita menilai uang. Tujuan dari ini adalah untuk memisahkah antara kebutuhan dan keinginan
  3. Identifikasikan alternatif-alternatif dalam membuat keputusan. Mempunyai alternatif" terhadap pilihan merupakan sesuatu yang baik untuk membuat keputusan.
  4. Evaluasi alternatif2 yang ada. Contohnya begini, saya mendapat beasiswa untuk melanjutkan sekolah, tetapi dilain pihak dengan mengambil keputusan ini saya tidak bisa lagi bekerja. jadi jika saya mengambil keputusan untuk melanjutkan sekolah, saya harus berhenti bekerja dan opportunity cost yang hilang  adalah pendapatan dari tempat saya bekerja.
  5. Ciptakan dan implementasikan action plan untuk rencana keuangan yang telah dipilih. Di tahap ini kita telah siap untuk mengimplementasikan keputusan yang telah saya pilih kedalam suatu action plan.
  6. Review, review, review dan review rencana keuangan yang telah dibuat. Perencanaan keuangan merupakan proses yang akan terus berlajut, dan setiap saat bisa terjadi perubahan dimana ada perubahan ekonomi, perubahan gaya hidup ini sangat berpengaruh  terhadap perencanaan keuangan so perencanaan ini harus kita buat setiap hari atau setiap bulan.
Setelah saya membuat perencanaan keuangan dan membuat pembukuan arus kas (cash flow) saya menjali lebih hemat tidak seperti dulu yang menggunakan uang tanpa perhitungan. Dengan mengetahui posisi keuangan pribadi, saya jadi lebih mudah untuk menentukan target dan mengambil keputusan untuk mewujudkannya. 

        Dalam pemahaman saya cash flow (arus kas) merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan masuk sebagai akibat dari aktivitas usaha dengan kata lain adalah aliran kas yang terdiri dari aliran masuk aliran kas keluar usaha serta berapa saldonya setiap periode. Cash flow adalah segalanya bagi keberlangsungan dan kemajuan usaha. Salah satu penyebab kegagalan usaha adalah karena pemilik usaha kurang memahami cara mengelola arus kas (cash flow). Pengelolaan arus kas sangatlah penting, terutama bila anda sebagai pemilik bisnis sedang menyusun pengembangan usaha dan membutuhkan modal tambahan. Aliran dana yang masuk tidaklah selalu seirama dengan aliran dana yang keluar. Oleh karena itu, mengatur arus kas menjadi sebuah pekerjaan yang sepatutnya memperoleh perhatian yang serius dalam pengelolaan keuangan perusahaan ataupun organisasi.


           Cash flow (Arus Kas) dapat dibagi menjadi 3 bagian kegiatan:

  1. Kegiatan Operasional (Operating Activities), merupakan seluruh aktivitas yang berkaitan dengan operasi perusahaan dan tercantum dalam laporan ikhtisar rugi laba. Contoh : uang kas masuk (cash inflows) dari penjualan, uang kas keluar (cash outflows) untuk bayar gaji, listrik, dll.
  2. Kegiatan Investasi (Investing Activities), merupakan seluruh aktivitas yang berkaitan dengan investasi perusahaan baik internal, maupun eksternal. Contoh : uang kas masuk dari penjualan aktiva ( aset ) kita, uang kas keluar untuk pembelian motor atau untuk membeli ruko.
  3. Kegiatan Keuangan (Financing Activities), merupakan seluruh aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan aspek perusahaan ( sumber dana perusahaan) berupa hutang jangka panjang dan modal. Contoh: uang kas masuk dari setoran modal atau pinjaman bank, uang kas keluar untuk pembayaran hutang bank atau pembagian deviden.
        Cash flow sangat penting dalam operasional usaha/bisnis karena cash flow bagian kegiatan utama dari sebuah perusahaan dan cash flow merupan segalanya bagi keberlangsungan dan kemajuan usaha. Omset dan profit sebesar apapun tanpa adanya cash flow yang baik, perusahaan akan menghadapi banyak masalah. Dengan adanya laporan laba/rugi (pembukuan cash flow) kita bisa memgetahui posisi dan perkembagan bisnis suatu perusahaan untuk mengontrol dan mengendalikan bisnis agar terhindar dari resiko keuangan dan untuk mengetahui realisasi kas masuk dan keluar perusahaan, sehingga dapat diprediksi potensi realisasi kas dimasa yang akan datang serta membantu pengusaha dalam mengambil sebuah keputusan. Termasuk juga untuk untuk mengetahui potensi perusahaan untuk memebagikan keuntungan perusahaan kepada pemegang saham dalam bentuk kas (pembagian divinden). Jika uang yang diterima cepat, maka kita tidak perlu mengeluarkan biaya operasional yang besar karena sudah tercover dari keuntungan bisnis yang masuk.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar suatu perusahaan tidak salah dalam mengambil sebuah keputusa ataupun kebijakan yang akan dibuat diantaranya:

  1. Operating cash flow harus positive. Jika negative berartiada yang salah dalam operating cash flow kita, beban terlalu besar di banding dengan pendapatan, sehingga profit berkurang
  2. Operating cash flow harus sama atau lebih besar dari laba perusahaan. Jika tidak,berarti uang kita banyak yang nyangkut di piutang (AR). Bila Cash Flow kita lebih kecil dari laba kita, apakah tindakan yang bisa kita lakukan? Tindakan yang bisa kita lakukan adalah perpendek jatuh tempo pembayaran piutang agar menjadi kas, atau dibuat kebijakan tidak menerima penjualan kredit 
  3. Operating cash flow harus lebih besar dari insveting cash flow.Jika keadaannya tidak demikian, berarti anda banyak berhutang/pinjaman uang untuk membeli asset tetap. Apakah tindakan kita? Kita dapat menjual asset yang tidak produktif 
  4. Trend operating cash flow harus naik dari tahun ke tahun. Berkembang atau tidaknya usaha kita dapat dilihat di sini, bila hal ini tidak terjadi, kita harus coba melirik usaha lain. 
      Pengalaman saya dulu ketika mempunyai usaha, saya tidak tahu berapa keuntungan dan kerugian yang saya alami, saya baru sadar ketika uang kas menipis bahkan sampe kurangnya dana untuk mencukupi sebuah kebutuhan karena tidak adanya pencatatan pembukuan arus kas. Untuk kedepannya saya tidak ingin masalah keuangan seperti ini terulang lagi dalam usaha saya. Jadi ilmu itu penting, usaha tanpa ilmu bagaikan orang yang ingin jatuh dalam jurang. Ilmu dan pengetahuan bisa kita peroleh darimanapun tapi yang terpenting kita harus pandai-pandai menyaringnya karena tidak semua yang kita tahu itu benar. Jadilah pemandu untuk diri kita sendiri.