Sabtu, 08 Juni 2013

MOTIVASI

Definisi Motivasi

    Motivasi adalah sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk bertindak.Orang yang tidak mau bertindak sering kali disebut tidak memiliki motivasi. Motivasi bisa datang dalam bentuk berbagai hal, bisa datang dari luar maupun dari dalam diri. Motivasi dari luar adalah motivasi yang pemicunya berasal dari luar diri kita, sementara motivasi dari dalam ialah motivasinya muncul dari inisiatif diri kita.

     Mengapa ada orang yang suka banget bekerja, tapi ada juga yang males bukan main. Ada orang yang berani mengambil resiko tapi ada yang penakut? menurut Profesor Steven Reiss, perbedaan ini disebabkan adanya hasrat manusia.

    Reiss profesor psikologi dan psikiartri dari Ohio State University menghabiskan 5 tahun untuk mengembangkan dan menguji teori baru tentang motivasi manusia. Dari penelitian yang telah dilakukan kepada lebih dari enam ribu jiwa, ditemukan 16 hasrat dasar yang memotivasi hidup manusia yaitu:




1.
Kuriositas
Hasrat untuk pengetahuan
2.
Penerimaan
Hasrat untuk diikutsertakan
3.
Urutan
Hasrat untuk organisasi
4.
Kegiatan Fisik
Hasrat untuk melatih otot
5.
Kehormatan
Hasrat untuk setia kepada nilai, orang tua dan warisan
6.
Kekuasaan
Hasrat untuk untuk mempengaruhi orang lain
7.
Kemandirian
Hasrat untuk untuk berdiri sendiri
8.
Kontak Sosial
Hasrat untuk untuk pendampingan
9.
Keluarga
Hasrat untuk membesarkan seorang anak
10.
Status
Hasrat untuk dipandang secara social
11.
Idealisme
Hasrat untuk keadilan social
12.
Balas Dendam
Hasrat untuk untuk membalas
13.
Romantisme
Hasrat untuk hubungan biologis dan kecantikan
14.
Makan
Hasrat untuk untuk menyantap makanan
15.
Menyimpan
Hasrat untuk mengumpulkan barang
16.
Keteduhan
Hasrat untuk ketenangan emosi

       Reiss menjelaskan hasrat tersebut merupakan bawaan genetis kecuali idealisme dan penerimaan/nrimo. Para periset biasanya memprediksi perilaku manusia menjadi satu atau dua keinginan dasar misalnya kesenangan, penderitaan dan semangat bertahan hidup tapi ternyata kita adalah individu yang punya lebih banyak sifat dari yang sebelumnya kita bayangkan.

     Reiss memberi contoh sistem pendidikan yang diterapkan hanya untuk yang rasa ingin tahunya besar. Ada murid yang cerdas tapi tidak tertarik belajar di sekolah tapi sistem pendidikan tidak menampung pribadi seperti itu. Pendidik menganggap anak-anak mempunyai potensi yang sama dalam hal belajar, ini sebuah kesalahan, jelasnya. Kalau seorang anak memiliki rasa ingin tahu yang kurang itu normal-normal saja selama tidak dibawah standar minimum. orang tua murid harus sadar bahwa anaknya berbeda dan harus mendukungnya.
  
    Contoh lain adfalah kaum workaholic. Mereka bekerja lebis keras dari orang kebanyakan bukan kerena bermasalah tapi karena mereka punya keinginan yang kuat untuk kekuasaan dan status. Reiss lantas menjelaskan tentang self hungging yaitu merangkap apa yang terbaik untuk dirinya otomatis terbaik untuk semua orang.  Jadi tolak ukurnya adalah dirinya sendiri padahal tiap-tiap pribadi itu unik dan punya tolak ukur, nilai dan tergetnya sendiri. Orang seperti ini biasanya ingin mengubah orang-orang yang sesunggunya tidak ingin berubah. Misalnya kaum workaholic yang sudah merasa senang dengan kondisinya tidak usah dipaksa untuk berubah seperti diri kita yang bukan gila kerja.

    Motivasi Diri
Motivasi diri adalah proses menghilangkan faktor yang melemahkan dorongan kita. Rasa tidak berdaya dihilangkan menjadi pribadi yang lebih percaya diri. Sementara harapan dimunculkan kembali dengan membangun keyakinan bahwa apa yang diinginkan bisa kita capai.

Membangun impian adalah sebuah salah satu cara memotivasi diri sendiri. Namun membangun impian bisa tidak berguna jika hambatan-hambatan pada diri sendiri masih ada. Inilah mengapa banyak orang yang tidak mau bermimpi sebab ada sebuah faktor yang belum diselesaikan yaitu faktor keberdayaan. Jadi sebaiknya sebelum kita membangun mimpi, kita harus membangun rasa percaya diri terlebih dahulu. Buat apa mimpi besar jika kita tidak percaya diri untuk mencapainya.

Senin, 03 Juni 2013

PENERAPAN BUDAYA KERJA 5R DI SEBUAH TOKO


LATAR BELAKANG
        Untuk membangun dan memelihara sebuah lingkungan yang bermutu didalam sebuah organisasi diperlukan adanya penerapan budaya 5R. 5R dikenal sebagai salah satu budaya kerja dari Negara Jepang yang sudah diadopsi oleh perusahaan-perusahaan di berbagai Negara yang bemanfaat sebagai suatu teknik dalam peningkatan mutu suatu perusahaan. Jika 5R sering dianggap sebagai tool yang cocok diterapkan diarea pabrik, 5R juga cocok untuk diterapkan dalam sebuah toko-toko ataupun jasa pelayanan.
        Watsons merupakan toko ritel yang menerapkan budaya kerja 5R. Budaya 5R terdiri dari Seiri (Ringkas), Seiton (Rapi), Seiso (Resik), Seiketsu (Rawat) dan Shitsuke (Rajin). Dalam kegiatan pengumpulan data ini saya lakukan melalui survey secara langsung.
Contoh petugas yang sedang menerapkan 5R dengan meringkas barang-barang yang perlu dipindahkan

BENTUK KEGIATAN
        Watsons menerapkan definisi yang serupa 5R yaitu 5C, adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
1.          Clearing (Seiri/Sort) = Ringkas
2.          Configure (Seiton/Set in Order) = Rapi
3.          Clean & Check (Seiso/Shine) = Resik
4.          Conformity (Seiketsu/Standardize) = Rawat
5.          Consensus or costum&Practice (Shitsuke/Sustain) = Rajin

Tahap penerapan
1.      Ringkas (Seiri/Sort)
Tahap ini adalah pembersihan area pelayana memilih dan menyingkirkan barang-barang yang tidak terpakai.
l   Mengemas brosur-brosur kosmetik yang sudah tidak berlaku
l   Memilih barang-barang yang mendekati masa kedaluwarsa untuk di seleksi masih layak dijual atau tidak dan menyingkirkan barang-barang yang sudah terlalu lama ke dalam gudang
l   Menyingkirka kardus-kardus yang sudah tidak berguna
l   Persediaan barang terletak dalam gudang sehingga area nampak lebih luas

2.      Rapi (Seiton/Set In Order)
Seperti halnya langkah ke2 dalam 5R yaitu mengenai konfigurasi peralatan, segala sesuatu harus berada di tempatnya masing-masing. Penataan barang jelas dengan memberi label/papan nama pada setia rak display. Dalam menata barang-barang, untuk barang-barang yang sering dicari dan diperlukan, diletakan dibagian yang strategis, mudah dilihat dan diakses. Barang-barang yang jarang dicari diletakan di bagian dalam. Meletakan barang-barang yang berat di rak bagian bawah dengan maksud agar lebih aman. Pelayanannya juga rapi mengenakan baju seragam

3.      Resik (Seiso/Shine)
Terdapat petugas kusus yang bertanggung jawab dalam hal kebersihan. Petugas tersebut setiap harinya membersihkan area. Memastikan segala sesuatunya berfungsi sebagaimana mestinya (seperti mesin kasir, pembaca barcode dan sebagainya).
4.      Rawat (Seiketsu/Standardize)
Langkah ke-4 ini adalah standardize artinya memiliki standar dalam melakukan segala pekerjaandalam proses (artinya juga melakukan segala hal yang seharusnya dikerjakan dan tidak melakukan apa yang seharusnya tidak dilakukan). Untuk memastikannya, adanya pengawasan dari atasan dan semua itu di awali dari manajer toko tersebut. Adanya pemeliharaan barang-barang atau area pelayanan agar teratur, rapi, dan bersih.

5.      Rajin (Shitsuke)
Inilah langkah terakhir dalam 5R yaitu Rajin. Pada tahap ini lebih mengarah kepada membangu kesadaran masing-masing individu dalam menjalankan tugas-tugasnya. Saya lihat para staf Watsons menerapkan budaya rajin dengan penampilannya yang selalu rapi. Segera membersihkan kotoran yang tercarar. Tidak membiarkan rak display kosong saat pelanggan sudah mengambil produk tersebut dan segera mengisi dengan stok persediaan yang baru.


TOKO YANG TIDAK MENERAPKAN BUDAYA 5R
Gambar ini adalah conto toko Ritel yang tidak menerapkan budaya kerja 5R


Adapun akibat bila tidak menerapkan 5R:
Ini gambarang sebuah toko yang tidak menerapkan budaya 5R 
1.     Tidak menerapkan budaya ringkas/seiri
-Akibat stok barang yang menumpuk area pelayanan yangsudah sempit akan semakin sempit.
-Karena barang yang tidak perlu diletakan tidak pada tempatnya, gerakan pelayanan akan terganggu.
-Stok barang yang berlebihan, menyebabkan timbulnya biaya perawatan dan penurunan kualitas barangyang disimpan sehingga tidak bisa dipake lagi

2.  Tidak menerapkan budaya rapi/seiton
-Hanya orang tertentu saja yang mengetahui letak penyimpananbarang
-Barang-barang yang tidak campur aduk dan tidak di letakan sebagaimana mestinya sehingga kesulitan dan memerlukan lebih banyak waktu untuk mendapatkannya
-Tempat area pelayanan yang tidak rapi akan mengganggu pemandangan dan mengurangi semangat kerja

3. Tidak menerapkan budaya resik/seiso
-Pada bagian-bagian yang tidak terjangkau perawatannya, kerusakan barang ataupun mesin kasir akan sering terjadi
-Kotoran atau debu yang beterbangan dapat mengganggu kesehatan
-Ruangan yang berantakan bisa menimbulkan pekerjaan tidak efisien
-Mengurangi minat daya beli pengunjung karena produ-produk yang terlihat kotor
4. Tidak menerapkan budaya rawat/seiketsu
-Karena peletakan susunan peralatan kerja kurang baik, setiap hari sehabis kerja selalu harus mengecek kembali
5.  Tidak menerapkan budaya rajin/shitsuke
Walaupun dilakukan pembersihan area pelayanan akan tetap kembali ke kondisi semula karena dari awalnya individu itu sendiri tidak memiliki sikap ataupun perilaku yang rajin


Minggu, 12 Mei 2013

JR#13 Akhir Pembelajaran Ritel

    Tidak terasa hari hari berlalu begitu cepat, dari waktu ke waktu bagaikan mimpi di malam hari yang datang seketika. Begitu juga dengan kuliah online ku yang tidak terasa sudah memasuki detik-detik kelulusan yang artinya akan segera usai. Begitu banyak sekali kenangan-kenangan yang terukir di dalamnya. Kebersamaan yang indah, kehangatan yang menyentuh hati, canda tawa yang tidak akan terlupakan, susah senangnya dalam menyelesaikan tugas dan memiliki tantangan tersendiri. Saya merasa beruntung dan senang sekali mempunyai kesempatan belajar bersama Universitas Ciputra. Disinilah semangat entrepreneur ku terpupuk, aku menemukan pemikiran baru dan jati diriku sendiri.
   
     Kini tibalah saatnya menempuh ujian akhir, hati ku berdebar-debar untuk mempersiapkan diri mengikuti ujian ini, entahlah....mungkin ini sebuah refleks yang datang begitu saja selayaknya orang yang sedang panik. Padahal selama menjalani pembelajaran ini saya benar-benar menikmatinya meskipun terkadang mesara berat dan tak mampu dengan waktu yang sangat minim namun karena adanya keinginan dan niat akhirnya saya juga bisa menyelesaikan semua tugas tanpa melewati batas waktu akhir yang ditentukan oleh Bapak Dosen Nur Agustinus. Saya senang sekali bisa belajar langsung dengan beliau, beliau menerangkan semuanya secara detail mulai dari pengertiannya hingga contohnya.

      Banyak sekali hal-hal yang saya dapatkan dari proses pembelajaran ini dan terasa perubannya dalm diri ku mulai dari sikap, perilaku yang dulunya cuek sekarang menjadi perhatian terhadap apa yang ada disekelilingku. Cara pandang dan pemikiranku ku juga mengalami perubahan. Dulu mendengar kata-kata bisnis, saya kurang begitu tertarik karena dulu saya berfikir bisnis itu bisa sukses hanya untuk orang-orang yang berpendidikan tinggi dan memang sudah ahli saya tidak membayangkan mereka memulainya juga dari 0 besar yang harus jatuh bangun. Orang sukses karena dia mampu bertahan dan bangkit lagi disaat mereka terjatuh, mereka terus menerus mencoba menciptakan ide-ide kreatif dan inovatif. Fikiran saya menjadi terbuka gagal itu adalah suatu hal yang biasa, jika ingin sukses jangan takut gagal. Kegagalan bukanlah pedang yang memutuskan semangat namun gagal adalah cambuk yang menyadarkan kita untuk melakukan perbaikan.

     Program pembelajan ini sangat bermanfaat sekali bagi saya dan akan menjadi bekal untuk berentrepreneur. Saya belajar ritail dari 0, dari yang sama sekali tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak bisa menjadi bisa seperti halnya ketika saya mendapat tugas membuat blog pribadi http://zeeceria.blogspot.hk/  , blog online http://zeeimagefashion.blogspot.hk/ , dan pembuatan video http://www.youtube.com/watch?v=gSodP3mXeD8 ini hasil dari yang tadinya tidak bisa sama sekali akhirnya saya juga bisa membuatnya meski perlu berbaikan dan peningkatan lagi. Jadi belajar di Universitas Ciputra Entrepreneurship Distance Online yang memang pembelajarannya lewat online dalam jarak jauh namun tidak kalah dengan belajar secara langsung dalam gedung. Bahkan belajar jarak jauh mempunyai kelebihan tersendiri kita bisa belajat dimana saja dan kapan saja tanpa terikat waktu selain itu mendidik kita belajar mandiri, melatih kita untuk memanfaatkan jejaring internet secara optimal.

      Banyak sekali memory yang terukir selama pembelajaran berlangsung ada keakraban, persahabatan yang erat, kebersamaan saling membantu dan member dukungan kepada sesame apalagi kelompok Smart Wonder yang selalu kompak. Kami selalu belajar bersama, diskusi bersama entah dalam kelas maupun di luar kelas sehingga membuat kami begitu dekat bagaikan satu keluarga.
Anggota Smart Wonder
Foto awal terbentuknya Smart Wonder
Belajar Di Taman



SW di Flower Show
Puji, Zee, Sofy, Misi

  
     Setelah saya belajar lebih dalam mengenai ritel kini saya lebih mantap untuk mengelola usaha yang sedang saya jalankan. Mengelola usaha ritel itu harus detail dalam segala hal, dulu sebelum belajar saya tidak memperhatikan kedetailan yang seharusnya saya perhatikan. Bayak sekali pelajaran yang dapatkan disini salah satunya mengenai bootstrap yaitu sebuah cara untuk mendapakan sumber daya tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. Setelah saya mengenal dan mempelajari bootstrap muncullah sebuah ide yang tak terduga. Ketika saya mengalami kesulitan dalam keuangan untuk mendapat membeli sebuah tanah sebesar untuk membeli sebuah tanah sebesat 60 ubin dengan harga 1 juta per ubin namun dia menjual dengan harga 50 juta karena dia sedang mengalami masalah dan sangat membutuhkan uang tersebut namun karena kebetulan uang saya sudah terpake buat hal-hal yang lain dan hanya sisa 30 juta waktu itu. Dengan keadaan tersebut karena saya sudah belajar bootstrap akhirnya saya membeli sawah tersebut hanya dengan harga 30 juta dan yang 20 juta saya dapatkan dari menyewakan sawah tersebut kepada seseorang yang biasa saya panggil Pak Dhe. Akhirnya saya dapat membantu tetangga saya dan mendapatkan sawah dengan harga 30 juta.    Banyak sekali manfaat-manfaat lainnya yang tidak bisa ditulis satu persatu. Niat saya untuk kembali ke tanah air untuk menjadi semakin mantap. Saya akan melanjutkan bisnis online yang nantinya saya akan perkembangkan ke beberapa Negara dengan menggunakan pemikiran efektuasi dari apa yang bisa saya lakukan  siapa diri saya, apa yang saya tahu dan siapa yang saya kenal dan sekarang bukan hanya BMI Indonesia saja yang menjadi sasaran bisnis saya namun saya juga memasarkannya kepada BMI Filipin. Saya juga akan membuka usaha lain yang sedang saya rancang ketika saya pulang ke Indonesia nantinya.  

       Tiada ada yang tidak mungkin asalkan kita mau bersungguh-sungguh, kita pasti akan mencapainya, saya percaya bahwa saya pasti bisa meraih cita-cita saya menjadi seorang entrepreneur hanya tingagal menunggu waktunya, lambat atau cepat ditentukan seberapa besar keinginan kita untuk mewujudkannya.

   Saya sangat bertemima kasih kepada pra Bapak/Ibu Dosen yang telah membimbing kami. Bapak Nur Agustinus, Bapk Teddy Saputra dan Bu Poedji Tan.Untuk bapak dosen wali kelas C Pak Nur agustinus saya ucaapkan terima kasih banyak atas bimbingannya dan senantiasa dan banyak meluangkan waktu bergadang hanya untuk memdidik kami agar kami paham dengan materi-materi yang ada. Selain itu bapak juga begitu memahami kami meski diantara kami kadang bandel dalam mengumpulkan tugas. Jika kami merasa down, tidak semangat beliau meluangkan waktu untuk memberi semangat, mengirimkan sebuah lagu agar kami tetap semangat dan relax.


Saran & Kritik
Untuk memberi kritik terus terang saya bingung mau ngomong apa karena menurut ku bapak sudah melakukan yang terbaik untuk kami.

Saran saya pembelajaran ini sebaiknya diadakaan pertemuan secara langsung dengan Bapak/Ibu Dosen minimal 2 kali, entah di awal pembukaan dan akhir penutupan, Ini akan menjadi suatu kebanggan tersendiri bagi murid-murid belajar dan bertemu secara langsung dengan para pembimbing selain itu akan lebih terkesan pembelajarannya.
Terima kasih….


Smart Wonder bersama Dosen Universitas Ciputra


Sabtu, 27 April 2013

JR#12 PROJECT MEMBUAT VIDEO

    Hmmmm.... perasaan sudah lama saya gak nulis di blog karena beberapa hari dibuat pusing dengan kegiatan-kegiatan yang penuh tantangan. Di minggu ke-12 kami peserta PER batch 2 mendapat tugas membuat video mengenai project pasar yang sedang kami rintis. Lagi-lagi tugas ini adalah tugas yang belum pernah saya lakukan  jadi membuatku sangat bingung bagaimana caranya mengerjakan tugas ini. Hari demi hari saya mencoba otak-atik tanya ke kanan kiri, depan belangan pun masih belum bisa parahnya gak mudeng sama sekali meskipun sudah bertanya-tanya hehehehe....

      Kata bapak dosen sebenernya membuat/ mengedit video itu sangat simple, intinya hanya memotong, menyambung dan menyisipkan tapi bagi saya karena belum bisa tugas membuat video ini sangatlah sulit dan saya juga hampir putus asa. Batas waktu pengumpulan tugas pun semakin dekat, semua aplikasi video editor saya download karena saking ingin bisa membuat video namun malah akhirnya laptop jadi eror, banyak sekali virus yang masuk. Ketika itu saya juga masih belum bisa cara-caranya mengedit dan membuat video, saya bener-bener putus asa dan saya sudah tidak berfikir untuk turn-in, sudah pasrah tidak mendapat nilai untuk tugas ini.

      Ketika saya pasrah untuk berhenti hati kecil saya menolak, saya harus bisa walau bagaimanapun hasilnya yang penting harus mencoba sampai bisa. Akhirnya saya browsing-browsing kembali dan saya pelototin langkah-langkah yang saya temukan dibeberapa artikel maupun youtube. Kesempatan untuk mengumpulkan tugas hanya tinggal sehari semalem sampe jam 12 malam dan siangnya tentu saya gak bisa karena kerja. dalam hati saya "paling-paling saya gak bisa ngumpulin tugas sebelum jam 12" namun semua itu tidak mematahkan tekad saya untuk membuat video yang telah ditugaskan. Saya membuatnya saya ingin bisa, buakan karena semata-mata untuk mendapatkan nilai jadi dengan waktu yang sangat terbatas saya tetap mencobanya. Alhamdulillah lama-lama mengerti juga cara-cara mengedit video, akhirnya jadi juga video saya  walau masih banyak kekurangannya dan belum memuaskan hasilnya.

Perjalanan ini  menurut saya adalah sebuah pelajaran yang sangat berharga dimana dari tidak bisa sama sekali asalkan mempunyai keinginan dan tekat pasti akan kita temukan jalannya dan prinsipnya berusaha, berusaha dan terus berusaha percayalah PASTI BISA hanya tinggal menunggu waktu saja.
Inilah hasil video saya yang masih perlu diperbaiki agar lebih menarik...




Kamis, 25 April 2013

JR#11 Tes Pasar

      Untuk melihat respon dan efektivitas strategi marketing yang akan diterapkan untuk kedepannya bapak dosen Nur Agustinus menyarankan kami agar melakukan TES PASAR, kegiatan ini sekaligus dijadikan sebagai tugas minggu ke-11 pada folder edmodo.

      Tujuan TES PASAR antara lain agar dapat mengukur respon pasar terhadap produk yang kita tawarkan, demikian juga jika menghadapi sejumlah masalah maka masalah tersebut dapat dilokalisir dengan demikian dapat membantu memperkecil resiko.

      Ketika saya mengadakan tes pasar, saya merasa senang karena mendapat tanggapan positive, saya katakan 80% dari orang-orang yang saya temui menyukai produk saya bahkan ada yang langsung membeli produk yang sya jadikan tester yaitu baju muslim dan beberapa jilbab malah saya juga langsung mendapat pesanan, pesanan yang paling banyak dan sering dibeli adalah jilbab.

     Selain rasa senang ada juga rasa gak enaknya yaitu karena salah sasaran akhirnya ditolak, dicuekin tapi semua itu saya anggap sebagai vitamin agar lebih kuat menghadapi rintangan kedepannya. Jadi dari pengalaman tersebut, pastikan kita menawarkan pruduk yang tepat sasaran, jangan buang-buang waktu untuk melakukan sesuatu/melayani hal yang tidak tepat. Jika kita tapat sasaran hasilnya akan lebih memuasaknan kita.

Jangan hanya karena produk kita ditolak oleh pasar yang tidak tepat mematahkan semangat kita...
Maju terus sampai sampai kita berhasil meraih apa yang kita inginkan
SALAM ENTREPRENEUR...

Sabtu, 06 April 2013

JR#10 PERSIAPAN YANG MEMAKAN BANYAK WAKTU

   
      Memasuki persiapan project sungguh membuatku benar-benar merasakan sedang berperang di medan perang hehehe.... Ya bagaimana tidak tugas kali ini adalah membuat online store sesuatu yang belum pernah aku lakukan dan tidak mempunyai wawasan dalam hal tersebut jadi dalam waktu 5 haripun pembuatan online store tidak terselesaikan apalagi dengan waktu yang sangat terbatas sekali. Hanya dimalam hari saya bisa mulai mengerjakan tapi sayangnya selalu ketiduran hehe...

      Karena kesibukan tugas negara yang tidak bisa ditawar, materi yang diberikan bapak dosen belum sempat aku baca dan aku pelajari hingga saat diskusi dimulai tidak ada persiapan namun saya senang dengan adanya diskusi saya jadi mempunyai tambahan pengetahuan yang sangat bermanfaat. Beruntung sekali saya mempunyai dosen yang pengertian, bijaksana dan sangat memahami anak didiknya hingga kami diberi waktu kelonggaran untuk mempelajari dan praktek bikin online store. Setiap kami mempunyai masalah beliau selalu memberi masukan.

     Alhamdulillah setelah beberapa hari otak-atik laptop dan dapat sharing dari teman-teman yang baik hati akhirnya jadi juga online store saya walau masih perlu perbaikan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Sebenernya asik juga kalau kita sudah tahu cara-caranya membuat online strore. Memang untuk pertama kalinya terasa sangat rumit dan menyebalkan tapi terbiasa otak-atik computer saat itu kita akan menikmatinya. Online store sangat bermanfaat sekali apalagi untuk pembisnis pemula selain bisa mencangkup jaringan yang luas dan tersebar diseluruh dunia juga tidak memakan biaya yang mahal. Ayuk gunakan dan manfaatkan jejaring internet sebaik-baiknya. Sesuatu kalau belum terbiasa memang akan  terasa sulit sekali  begitu juga dalam berbisnis.

Sesulit apapun harus tetap semangat dan berusaha "PASTI BISA" yeah....

Hadapilah dengan senyuman

Sabtu, 23 Maret 2013

JR #9 DEBAT PENDAPAT MELATIH KITA UNTUK BERFIKIR RASIONAL

     Diskusi malam minggu kemarin tepatnya tanggal 16 Maret, suasananya seru banget dari rame, tegang, serius, lucu sampe ngawak pun ada pokoknya mirip rasa nano-nano deh. heheh.....
Biasanya diskusi kita lakukan bersama teman sekelas saja dan dosen wali kelas. Namun beda dengan minggu kemarin ini, diskusi boleh dihadiri oleh temen-temen di luar kelas jadi memang agak rame tapi menyenangkan.

    Dalam diskusi kali ini kami membahas tentang bisnis model canvas yang sudah saya jelaskan di entri sebelumnya. Karena banyaknya karakter yang berbeda-beda dan perbedaan pemikiran terjadilah debat pendapat. Menurut saya perbedaan dan debat pendapat itu hal biasa selama masih dalam bentuk wajar yang paling penting menurut saya justru bagaimana kita menyikapinya dan bagaimana kita bisa menempatkan diri.

    Jika kia ambil dari segi positive sebenarnya debat pendapat melatih seseorang untuk berfikir secara rasional. Dari situ kita bisa belajar banyak hal, belajar sabar, belajar bagaimana menghargai orang lain, belajar adaptasi, belajar bersosialisasi dan banyak lagi. Selain itu dari debat pendapat akan mena secara tidak langsung menekan pikiran kita untuk berfikir lebih optimal karena bagaimanapun seseorang akan berusaha keras untuk bisa mengeluarkan pendapat yang positive sehingga bisa diterima oleh orang lain tentunya itu sangat bermanfaat untuk mengasah otak kita untuk mengeluarkan ide-ide cemerlang.

    Masih terniang ditelingaku nasehat dari Pak Anton "Pemimpin yang hebat adalah dia yang bisa menjadi pendengar yang baik" dalam nasehatnya tersirat bahwa bagaimanapun kita semua adalah manusia biasa yang tidak mungkin bisa mengetahui segalanya, sepandai-pandainya seseorang tidak mungkin pandai dalam segala hal. Seperti presiden pandai dalam berpolitik, namun di bidang kesehatan belum tentu dia pandai dan pengetahuannya di bidang kesehatan belum tentu benar menurut dokter. Jadi tidak selamanya seseorang selalu benar dalam pengetahuannya. Bila kita ingin berkembang harus rendah hati dan mau belajar dari orang lain, mendengar pendapat orang lain. Orang pandai bisa gagal karena menganggap dirinya yang paling benar sedangkan orang yang biasa-biasa saja bisa sukses karena mau belajar dari orang lain dan menjadi pendengar yang baik.

Jadi teman-teman mari terima dan dengarkan pendapat dari orang lain, seandainya beda pendapat janganlah tanggapi dengan kemarahan apalagi kebencian, ambillah hikmahnya dan petiklah kalimatnya positivenya dengan begitu wawasan kita semakin luas dan mampu bersosialisasi dengan baik untuk membangun jejaring yang solid....